Certified Retirement Planner® (CRP®)
Certified Retirement Planner® (CRP®) adalah standar praktik perencanaan pensiun profesional di Indonesia yang mengintegrasikan riset akademik, behavioral finance, dan pendekatan tujuan hidup klien.
Program CRP® disusun oleh CRP Indonesia dan diselenggarakan oleh Okefin Academy by Okefinansial, lembaga pelatihan yang berfokus pada pengembangan kompetensi di bidang perencanaan keuangan, pensiun, investasi, manajemen risiko, dan kesejahteraan keluarga Indonesia.
CRP® dikembangkan berbasis riset akademik, teori ekonomi, dan praktik terbaik (best practices) yang relevan dengan konteks Indonesia. Kurikulum mencakup strategi perencanaan pensiun, income replacement, manajemen risiko, peran asuransi, investasi untuk pensiun, serta pendekatan toleransi risiko yang selaras dengan tujuan hidup dan profil klien.
Fondasi akademik program ini berakar pada disertasi doktoral Dr. Eko Usriyono, SE, MM, lulusan terbaik Program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Diponegoro tahun 2023, yang melahirkan konsep baru toleransi risiko berbasis perencanaan keuangan berorientasi tujuan dana pensiun.
Pendekatan CRP® menempatkan tujuan dana pensiun sebagai pusat pengambilan keputusan, sehingga strategi investasi, proteksi, dan pengelolaan toleransi risiko berbasiskan perencanaan keuangan disusun secara terukur dan selaras dengan fase kehidupan klien. Pendekatan ini mengintegrasikan prinsip behavioral finance melalui konsep baru toleransi risiko berbasis tujuan pensiun, yang berperan menjaga klien tetap rasional dan disiplin dalam mengambil keputusan investasi.
Visi Program CRP®:
Menjadi standar utama perencanaan pensiun profesional di Indonesia yang dipercaya oleh individu, perusahaan, dan institusi pemerintah dalam mencetak perencana pensiun yang mampu memberikan solusi strategis, membangun kemandirian finansial, serta mewujudkan masa pensiun yang bermakna dan berkelanjutan bagi setiap klien.
Misi Program CRP®:
Latar Belakang Masalah Pensiun di Indonesia:
Indonesia menghadapi kesenjangan serius dalam kesiapan pensiun. Usia harapan hidup terus meningkat, namun sebagian besar masyarakat masih mengandalkan penghasilan aktif tanpa perencanaan dana pensiun yang memadai. Dominasi sektor informal membuat banyak pekerja tidak memiliki skema pensiun formal, sehingga risiko ketergantungan finansial di usia lanjut semakin besar.
Data dari Badan Pusat Statistik dan laporan literasi keuangan Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan bahwa pemahaman keuangan masyarakat belum terintegrasi dengan perencanaan pensiun jangka panjang. Keputusan keuangan masih bersifat parsial, jangka pendek, dan rentan terhadap bias perilaku, terutama saat menghadapi ketidakpastian ekonomi dan volatilitas pasar.
Kondisi ini diperparah oleh fenomena generasi sandwich, yang membatasi kemampuan menabung dan berinvestasi secara konsisten. Tanpa perencanaan pensiun yang rasional dan terstruktur, masalah ini berpotensi menjadi krisis lintas generasi.
Di sinilah kebutuhan akan Perencana Pensiun Profesional menjadi sangat mendesak, bukan sekadar penjual produk, tetapi pendamping strategis yang mampu menjaga klien tetap rasional, disiplin, dan fokus pada tujuan dana pensiun.
Certified Retirement Planner® (CRP®) hadir untuk menjawab tantangan tersebut, dengan membangun standar praktik perencanaan pensiun profesional berbasis riset, teori ekonomi, dan behavioral finance, yang relevan dengan realitas sosial-ekonomi Indonesia.
Tantangan Pensiun: Hal yang Pasti Dihadapi
#1. Kehilangan Penghasilan Bulanan.
Setelah pensiun, gaji rutin berhenti sementara kebutuhan hidup tetap berjalan. Karena itu, diperlukan strategi pengganti arus kas yang terencana dan berkelanjutan agar pensiunan tetap mandiri, tenang, dan bermartabat.
#2. Biaya Kesehatan Meningkat.
Seiring bertambahnya usia, biaya kesehatan cenderung meningkat dan menjadi salah satu pos pengeluaran terbesar, sehingga perlu dipersiapkan sejak dini melalui perencanaan yang matang dan berkelanjutan.
#3. Harapan Hidup Semakin Panjang.
Dengan usia harapan hidup yang semakin panjang, dana pensiun harus dirancang mampu membiayai kebutuhan hidup selama 20–30 tahun ke depan, bukan hanya beberapa tahun setelah berhenti bekerja.
#4. Perubahan Peran Sosial.
Setelah pensiun, jabatan, rutinitas, dan jaringan kerja aktif berkurang, sehingga pensiunan perlu membangun identitas serta aktivitas baru yang bermakna agar tetap merasa berdaya dan bernilai.
“Mindset Pensiun Aktif & Sejahtera adalah pola pikir untuk tetap berdaya secara finansial, sosial, dan spiritual, merasa cukup, tenang, dan memberi makna. Pensiun bukan akhir, melainkan awal hidup yang lebih mandiri dan bermakna”.
Peran Lulusan CRP® di Indonesia
Lulusan CRP® dipersiapkan untuk berperan sebagai Perencana Pensiun Profesional yang mampu menyusun retirement blueprint, strategi income replacement, manajemen risiko, dan pendampingan klien secara rasional dan beretika, baik sebagai konsultan, advisor, trainer Masa persiapan pensiun (MPP), maupun mitra strategis perusahaan dan institusi.
Kami percaya bahwa perencanaan pensiun yang tepat mampu memutus rantai generasi sandwich dan meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga Indonesia. Karena itu, Indonesia membutuhkan lebih banyak Perencana Pensiun Profesional (CRP®). Jadilah bagian dari generasi Perencana Pensiun Profesional yang membangun masa depan Indonesia.

