Perencanaan Dana Pensiun
1. Tentukan Usia Pensiun Pilih usia saat Anda ingin pensiun, misalnya 55 tahun, 60 tahun, atau lebih awal. Semakin dini target pensiun, semakin besar dana yang perlu dipersiapkan.
2. Hitung Kebutuhan Dana Pensiun Perkirakan kebutuhan biaya hidup selama masa pensiun dengan mempertimbangkan inflasi, biaya kesehatan, dan gaya hidup yang diinginkan.
3. Identifikasi Sumber Dana Pensiun Evaluasi seluruh sumber dana yang dimiliki, seperti program pensiun perusahaan, DPLK, JHT BPJS Ketenagakerjaan, serta aset dan investasi pribadi.
4. Susun Strategi Investasi Sesuaikan pilihan investasi dengan usia dan profil risiko: Usia 20–40 tahun: Saham dan reksa dana saham. Usia 40–50 tahun: Diversifikasi ke obligasi dan reksa dana campuran. Usia 50 tahun ke atas: Fokus pada instrumen yang lebih stabil, seperti deposito dan reksa dana pendapatan tetap.
5. Lengkapi dengan Proteksi Pastikan memiliki perlindungan melalui asuransi kesehatan dan asuransi jiwa agar dana pensiun tetap terjaga dari risiko yang tidak terduga.
6. Lakukan Evaluasi Secara Berkala Tinjau perkembangan dana pensiun secara rutin dan sesuaikan strategi investasi dengan perubahan kondisi keuangan maupun tujuan hidup.

Perencanaan Dana Pensiun
Usia Pensiun Pekerja RI normal 59 tahun, Berdasarkan Peraturan pemerintah (PP) Nomor 45 tahun 2015. Tapi kembali ke rencana pensiun karyawan misalkan mau pensiun dini 45 tahun atau 50 tahun
Survei dari BPS (Badan Pusat Statistik) pada tahun 2023 Angka Harapan Hidup (AHH) untuk Laki-laki 70,17 Tahun dan Perempuan 74,18 tahun
Ket:
1% Inflasi: Sangat Rendah
3% Inflasi: Rendah
5% Inflasi: sedang
8% Inflasi: Tinggi
10% Inflasi: Sangat Tinggi
Untuk inflasi terkini disini
Sangat Konservatif: 1%-3%
Konservatif: 4%-6%
Moderat: 7%-10%
Agresif: 11%-15%
Sangat Agresif: >15%
Asumsi hasil investasi pertahun hanya perkiraan & kinerja investasi masa lalu tidak menjamin kinerja masa depan sama.
